Single Kedua Ariel
Senin, 14 Juni 2010
Indonesia di hebohkan dengan Adanya Video ke dua pasangan Ariel dan Cut Tari..
Setelah dihebohkan dengan kasus video seks mirip Ariel dan Luna Maya, dunia maya kembali digemparkan dengan video seks mirip Cut Tari dan Ariel. Dalam video itu, keduanya terlihat sedang bermesraan di atas ranjang.
Video ini memperlihatkan pasangan yang mirip Ariel dan Cut Tari sedang berada di sebuah kamar. Sang wanita yang mirip presenter Cut Tari menggunakan pakaian dress berwarna hijau dengan tank top hitam tengkurap dia atas kasur yang dihiasi dengan sprei putih.
Kemudian, si perempuan membuka dressnya dan tinggal mengenakan tank top berwarna hitam tersebut. Selang beberapa saat, si wanita terlihat bermesraan dengan pria yang mirip dengan Ariel.
Video ini durasinya lebih panjang dari video seks mirip Ariel dan Luna. Durasi video tersebut sekitar 8 menit lebih. Wanita yang mirip dengan Tari itu terlihat banyak menebar senyum dalam video tersebut.
Si wanita itu juga terlihat menggunakan cincin di jari manis sebelah tangan kiri. Sementara sang pria, tampak mengenakan jam tangan hitam di tangan kirinya.
Baik Ariel maupun Cut Tari belum memberikan komentar atas gosip miring yang menerpa artis dan presenter tersebut.Maraknya penjualan Acount Facebook
Senin, 10 Mei 2010Yang mengejutkan, akun-akun curian tersebut diperjualbelikan oleh seorang hacker. Berdasarkan data iDefense, ada 1,5 juta akun Facebook yang diperjualbelikan di Carder.su.
Di forum tersebut, hacker bernama Kirllos menawarkan data log in ribuan pengguna Facebook dengan harga bervariasi, bergantung hasil kesepakatan tawar menawar.
Sebagai contoh, 1.000 akun Facebook dengan jumlah teman 10 orang atau kurang ditawarkan dengan harga US$25. Sementara itu, akun dengan jumlah teman lebih dari 10 orang memiliki kisaran harga US$45.
"Kasus seperti ini menandakan adanya pertumbuhan pesat penjualan akun situs jejaring sosial secara ilegal. Hal ini banyak terjadi di Eropa Timur hingga Amerika Serikat," kata Direktur iDefense Rick Howard, seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Rabu (5/5/2010).
Para pelaku kejahatan cyber umumnya mencuri data akun milik korban dengan teknik phishing, yaitu mengelabui pengguna dengan mengirimkan tautan tertentu agar mereka memberikan password dan detail informasi lainnya.
Selanjutnya, akun tersebut dapat dengan mudah dibajak. Hacker dapat mengirimkan spam dan program bervirus, sementara informasi personal seperti tanggal lahir, alamat rumah dan nomor telepon dimanfaatkan untuk melakukan penipuan atau pembobolan akun bank atau kartu kredit
